Bau Busuk Skandal Mafia Buruh Migran Asal Batam

0
234 views

Batam, kupasnusantara.com – Semakin menggilanya pemberangkatan PMI paspor wisata melalui pelabuhan internasional Batam center dan pelabuhan Harbour Bay, kuat dugaan karena adanya suap menyuap terhadap para petugas yang bertugas di kedua pelabuhan tersebut dari para calo yang mengurus pemberangkatan PMI.

Hasil penelusuran media di kedua pelabuhan tersebut ternyata penyebab membludaknya permintaan paspor selama ini di kota Batam, salah satu penyebab nya disebabkan oleh banyaknya pemberangkatan PMI melalui Kota Batam dengan menggunakan Paspor Wisata.
Kita mohonkan atensi dari bapak Kapolda Kepri dan Kapolresta barelang segera usut hal tersebut dengan melibatkan tim saber pungli.

Sumber lain yang di temui oleh awak media di kedua pelabuhan tersebut, mengatakan Setiap harinya pemberangkatan PMI non stop karena sudah terkoordinasi dengan rapi oleh semua pihak (tiket berangkat,Cop Paspor, sampai naik kapal) yang kordinir secara kolektif termasuk melibatkan agen kapal, setelah kapal berangkat agen kapal membagikan paspor PMI dalam kapal.

Ipoel Suryadi Ketua harian Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri kepada beberapa media mengatakan, jika apa yang di sampaikan oleh sumber dan investigasi media benar adanya,” wajar saja jika ada yang mengatakan bahwa oknum imigrasi pada kedua pelabuhan tersebut sebagai aktor pemberangkatan PMI, sebab mereka memiliki kewenangan bisa atau tidak nya orang beranggapan serta mereka mengetahui dan terlibat langsung, issue yang berhembus dilapangan setiap bulan para calo membagikan uang Tutup mulut untuk oknum wartawan, adapun calo tersebut berinisial H.
Saya berharap Tim saber pungli tangkap para pelaku, karena pengiriman PMI tidak secara prosedural sama saja seperti trapiking (penjualan manusia), sesuai dengan program Bapak Kapolri jenderal pol Listyo Sigit Prabowo polisi presisi.

Paul laen aktivis kota Batam kepada beberapa media mengatakan, Menyangkut PMI inikan menyangkut nama baik bangsa Indonesia yang bekerja di luar negeri tidak memiliki ijin kerja, tentunya sangat di sayangkan.
Dalam waktu dekat kita akan ajukan Rapat Dengan Pendapat (RDP) Kepada DPRD kota Batam agar semua terbuka siapa yang bermain ujarnya.
Dari hasil investigasi kita ternyata Setiap PMI yang akan berangkat di minta uang sebesar Rp 6jt sampai 7jt oleh para calo, sedang kan untuk untuk pengurusan dokumen paspor ada calo tertentu yang mengurusnya selama ini bekerja sama dengan oknum imigrasi ujarnya.

Untuk mengisi pemberitaan yang berimbang awak media konfirmasi kepada Kepala imigrasi Batam Subki Miuldi,S Kom, MH, tidak membalas dan Bungkam hanya membaca Via WA saja.

Untuk kepentingan berita berlanjut awak media berupaya meminta konfirmasi dan tanggapan dari kementerian hukum dan hak asasi manusia sebagai instansi yang membawahi imigrasi.